Sore itu hampir maghrib aku dan ke 2 adik ku duduk terdiam di ruang tamu, tak ada yang berbicara sepatah pun, sementara itu rintik hujan di luar rumah masih terdengar walaupun tak sederas sebelumnya, gimana keadaan mamah...??? Apa dya basah kuyup..??? dan kapan mamah pulang dan membawakan sebungkus nasi untuk kami ber 3..??? karena sebentar lagi waktu berbuka puasa tiba, pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk di dadaku, bahkan aku yakin kedua adiku pun memikirkan hal yang sama, seraya berdo'a Ya Allah Lindungilah Ibu kami di manapun ia berada Aamiin....
**
Adzan maghribpun berkumandang aku pun bergeges mengambil air putih hangat untuk kami membatalkan puasa kami, segelas air hangat pun jadi menu takjil kami hari itu, tak lama berselang sekitar 10 menit ada suara motor berhenti di gang rumah ku dan kami pun berhamburan menuju jendela untuk mengintip siapa yang datang, alangkah bahagia nya kami ternyata mamah yang datang, dalam keadaan basah kuyup ia menghampiri kami seraya berkata, " kalian sudah pada buka puasa nak...??" tanya nya, dan aku pun menjawab " udah mah, tapi cuma ngebatalin doank, kita cuma minum air putih hangat, habis gak ada makanan apa-apa" ibu ku tersenyum semu, padahal aku yakin di hatinya menjerit mendengar jawaban ku, lalu ibuku berkata seraya mengeluarkan isi keranjangnya." ayo sekarang kalian makan, mama ada bawa makanan kecil dan nasi serta lauk nya untuk kalian," nampak tak sabar adik laki-laki ku langsung menyambar makanan yang mama keluarkan dari keranjang dan langsung di makan dengan lahapnya, sementara kami makan, mama langsung ke kemar mandi karena bajunya basah kuyup, mukanya pucat dan terlihat sangat lelah...
**
"ma, besok aku harus bayar uang pesanteren kilat soalnya temen-temen yang lain udah semua, tinggal aku aj" tanya ku sembari menguruti kedua kaki ibuku yang sedang beristirahat setelah seharian di bawah terik matahari dan hujan berkeliling menjajakan dagangan nya berupa sayur mayur yang sudah matang, "iya, mama juga mikirin teh, belum lagi adik-adik kamu yang sudah harus melunasi buku kegiatan bulan Ramadhan nya," jawabnya, " terus kapan..?? " desak ku " nanti bilang aja ke guru kamu mama yang akan ke sekoalahan kalo uangnya sudah terkumpul " jawabnya kembali. " Hmmmppp" hela nafasku seolah berat karena bukannya aku tak memahami ke adaan orang tua ku, tapi aku malu di depan teman-teman ku setiap hari harus di tagih uang pesantren kilat, keadaan seperti ini membuatku berandai-andai, andai aku jadi orang kaya pasti takan sesusah ini untuk mendapatkan uang, andai aku punya ayah, pasti aku akan meminta dan mengeluh padanya, sayang nya semua itu hanya andai atau angan-anagan ku.
(berambung ke cerita selajutnnya ya ....)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar