Padahal dia laki² beriman, dia laki² baik, tp yaaaa ini lah nasib meninggalkan orng yg lembut demi si kasar dan tak sabaran. Air mata ku ini sia² menangisi sikap nya menangisi sesuatu yg membuat ku sakit di hadapannya. Baginya air mata ku ini hanya air mata kebaperan atai cengeng, padahal bagi ku air mata adalah ekspressi wanita saat bahagia, sedih, kecewa. Tp yaaa itulah dia si hati yg tak peka. Si jati keras trhdp airmataku.
kasih sayang ibu yang tak pernah terbatas,...
Minggu, 30 Agustus 2020
air mata sia²
Tangis ku pun percuma, dia si hati kasar yg tak oeka terhadap air mata perempuan, dia selalu menganggap aku baper cengeng dll. Setiap aku berurai air mata.
meninggalkn batu berlian hanya utk sebuah batu akik
Makin hari makin terasa jika aku makin kehilangan nya,, sosok yg dulu aku anggap lebih baik ternyata makin terlihat, aku si bodoh yg terlalu terburu² mangambil kepeutusan besar dalam hidup ku, walau aku saadar bahwa semua sudh di gariskan namun rasa sesal itu kadang datang menyapa. Ya rasa sesal telah memilih nya,memilih orang ygtidak lebih lembut dari yg terdahulu, memilih orang yg tidak lebih peka dari yg terdahulu. Aku sadartelah ku campakan berlian utk sebuah batu akik.
Kamis, 28 November 2013
Wariskan Kekuatan Mu Padaku...
Sore itu hampir maghrib aku dan ke 2 adik ku duduk terdiam di ruang tamu, tak ada yang berbicara sepatah pun, sementara itu rintik hujan di luar rumah masih terdengar walaupun tak sederas sebelumnya, gimana keadaan mamah...??? Apa dya basah kuyup..??? dan kapan mamah pulang dan membawakan sebungkus nasi untuk kami ber 3..??? karena sebentar lagi waktu berbuka puasa tiba, pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk di dadaku, bahkan aku yakin kedua adiku pun memikirkan hal yang sama, seraya berdo'a Ya Allah Lindungilah Ibu kami di manapun ia berada Aamiin....
**
Adzan maghribpun berkumandang aku pun bergeges mengambil air putih hangat untuk kami membatalkan puasa kami, segelas air hangat pun jadi menu takjil kami hari itu, tak lama berselang sekitar 10 menit ada suara motor berhenti di gang rumah ku dan kami pun berhamburan menuju jendela untuk mengintip siapa yang datang, alangkah bahagia nya kami ternyata mamah yang datang, dalam keadaan basah kuyup ia menghampiri kami seraya berkata, " kalian sudah pada buka puasa nak...??" tanya nya, dan aku pun menjawab " udah mah, tapi cuma ngebatalin doank, kita cuma minum air putih hangat, habis gak ada makanan apa-apa" ibu ku tersenyum semu, padahal aku yakin di hatinya menjerit mendengar jawaban ku, lalu ibuku berkata seraya mengeluarkan isi keranjangnya." ayo sekarang kalian makan, mama ada bawa makanan kecil dan nasi serta lauk nya untuk kalian," nampak tak sabar adik laki-laki ku langsung menyambar makanan yang mama keluarkan dari keranjang dan langsung di makan dengan lahapnya, sementara kami makan, mama langsung ke kemar mandi karena bajunya basah kuyup, mukanya pucat dan terlihat sangat lelah...
**
"ma, besok aku harus bayar uang pesanteren kilat soalnya temen-temen yang lain udah semua, tinggal aku aj" tanya ku sembari menguruti kedua kaki ibuku yang sedang beristirahat setelah seharian di bawah terik matahari dan hujan berkeliling menjajakan dagangan nya berupa sayur mayur yang sudah matang, "iya, mama juga mikirin teh, belum lagi adik-adik kamu yang sudah harus melunasi buku kegiatan bulan Ramadhan nya," jawabnya, " terus kapan..?? " desak ku " nanti bilang aja ke guru kamu mama yang akan ke sekoalahan kalo uangnya sudah terkumpul " jawabnya kembali. " Hmmmppp" hela nafasku seolah berat karena bukannya aku tak memahami ke adaan orang tua ku, tapi aku malu di depan teman-teman ku setiap hari harus di tagih uang pesantren kilat, keadaan seperti ini membuatku berandai-andai, andai aku jadi orang kaya pasti takan sesusah ini untuk mendapatkan uang, andai aku punya ayah, pasti aku akan meminta dan mengeluh padanya, sayang nya semua itu hanya andai atau angan-anagan ku.
(berambung ke cerita selajutnnya ya ....)
**
Adzan maghribpun berkumandang aku pun bergeges mengambil air putih hangat untuk kami membatalkan puasa kami, segelas air hangat pun jadi menu takjil kami hari itu, tak lama berselang sekitar 10 menit ada suara motor berhenti di gang rumah ku dan kami pun berhamburan menuju jendela untuk mengintip siapa yang datang, alangkah bahagia nya kami ternyata mamah yang datang, dalam keadaan basah kuyup ia menghampiri kami seraya berkata, " kalian sudah pada buka puasa nak...??" tanya nya, dan aku pun menjawab " udah mah, tapi cuma ngebatalin doank, kita cuma minum air putih hangat, habis gak ada makanan apa-apa" ibu ku tersenyum semu, padahal aku yakin di hatinya menjerit mendengar jawaban ku, lalu ibuku berkata seraya mengeluarkan isi keranjangnya." ayo sekarang kalian makan, mama ada bawa makanan kecil dan nasi serta lauk nya untuk kalian," nampak tak sabar adik laki-laki ku langsung menyambar makanan yang mama keluarkan dari keranjang dan langsung di makan dengan lahapnya, sementara kami makan, mama langsung ke kemar mandi karena bajunya basah kuyup, mukanya pucat dan terlihat sangat lelah...
**
"ma, besok aku harus bayar uang pesanteren kilat soalnya temen-temen yang lain udah semua, tinggal aku aj" tanya ku sembari menguruti kedua kaki ibuku yang sedang beristirahat setelah seharian di bawah terik matahari dan hujan berkeliling menjajakan dagangan nya berupa sayur mayur yang sudah matang, "iya, mama juga mikirin teh, belum lagi adik-adik kamu yang sudah harus melunasi buku kegiatan bulan Ramadhan nya," jawabnya, " terus kapan..?? " desak ku " nanti bilang aja ke guru kamu mama yang akan ke sekoalahan kalo uangnya sudah terkumpul " jawabnya kembali. " Hmmmppp" hela nafasku seolah berat karena bukannya aku tak memahami ke adaan orang tua ku, tapi aku malu di depan teman-teman ku setiap hari harus di tagih uang pesantren kilat, keadaan seperti ini membuatku berandai-andai, andai aku jadi orang kaya pasti takan sesusah ini untuk mendapatkan uang, andai aku punya ayah, pasti aku akan meminta dan mengeluh padanya, sayang nya semua itu hanya andai atau angan-anagan ku.
(berambung ke cerita selajutnnya ya ....)
Kamis, 17 Oktober 2013
Percayalah !!! Tuhan Selalu memberikan Yang Terbaik Untuk Kita.
Aku Pernah Menyayangi Seseorang Denagn Amat Sangat Tapi...
Dia Pergi Meninggalkanku, Dan Alasan Nya Cukup Logis Mungkin Dya ingin Kembali ke keluarganya. Karena Orang Yang Kucintai adalh Milik Orang Lain...
Terpukul Pasti, Sakit, Sangat, Dan Aku Belum Menyadarinya...
Aku Pernah Memiliki Seseorang Yang aku Anggap Sangat Baik...
Tapi Tiba -Tiba Dya Menghialng Tanpa jejak...
Syok Pasti, Berat, Mungki....
Aku Pun Belum Menyadarinya...
Aku Ngotot Kekeh Mencintai Seseorang Yang Tampan, Kaya, Dan Mapan...
Tapi Tiba-tiba kami Putus, Dengan Alasan Yang Tidak Jelas..
Down, Pasti...
Ingin Menikah di Usia 21 tahun. Tapi 19 tahun aku Sudah menikah...
Ingin Kesana- Ingin Ke sini...
Semua Keinginan Ku banyak Yang belum Tercapai Dan itu Terkadang Mmbuatku Merasa...???
Kenapa Harus AKU...
Keluarga Ku hancur, Ayah Ku pergi Meninggalkan kami, Dan aku Harus menJadi Lebih Dewasa Di Usiaku Yang Belum Cukup Dewasa...
Dan yang Paling Membuatku hancur Adalah Anak....
Aku menikah 19 tahun usiaku saat itu, 20 tahun Aku Punya Anak. Lengkap sudah Kebahagiaan ku saat itu, namun... 54 Hari Kemudian Anak ku sakit dan harus di operasi, selesai operasi Bedah Syaraf Ank ku pun Pergi Untuk Selamanya..
Sakit, Down, Jatuh, Putus asa, Hancur, Menangis, Menjerit, Meronta Itu Sudah PASTI Sebagai Seorang Ibu Yang kehilangan Anak Pertamanya..
Rasa Buruk sangka Terhadap Tuhan pun Selalu Muncul Di Hatik, Sampai pada Satu Peristiwa Di Mana Aku Melihat Kondisi Anak Yang Ketrbelakangan Mental Dan Komentar Ibuku Membuat ku Tercenagng Dan Menyadari Akan Semua Nikmat nya...
Kalau Saja Anak ku Panjang Umur Apa Dya Bisa Hidup Normal Layknya anak-anak..??
Sementara masa Kecilnya Sudah Mngalami Bedah Kepala..??
Ya Allah Ampuni Semua Dosa Ku Terhadapmu..
Dan Aku Yakin Semuanya Adalah Yang terbaik Untuk ku...
Percayalah Tiada Satupu Yang Tuah Berikan Untuk Kita Itu Buruk..
Semua Pasti ada Hikmah Dan manfaatnya... :)
Dia Pergi Meninggalkanku, Dan Alasan Nya Cukup Logis Mungkin Dya ingin Kembali ke keluarganya. Karena Orang Yang Kucintai adalh Milik Orang Lain...
Terpukul Pasti, Sakit, Sangat, Dan Aku Belum Menyadarinya...
Aku Pernah Memiliki Seseorang Yang aku Anggap Sangat Baik...
Tapi Tiba -Tiba Dya Menghialng Tanpa jejak...
Syok Pasti, Berat, Mungki....
Aku Pun Belum Menyadarinya...
Aku Ngotot Kekeh Mencintai Seseorang Yang Tampan, Kaya, Dan Mapan...
Tapi Tiba-tiba kami Putus, Dengan Alasan Yang Tidak Jelas..
Down, Pasti...
Ingin Menikah di Usia 21 tahun. Tapi 19 tahun aku Sudah menikah...
Ingin Kesana- Ingin Ke sini...
Semua Keinginan Ku banyak Yang belum Tercapai Dan itu Terkadang Mmbuatku Merasa...???
Kenapa Harus AKU...
Keluarga Ku hancur, Ayah Ku pergi Meninggalkan kami, Dan aku Harus menJadi Lebih Dewasa Di Usiaku Yang Belum Cukup Dewasa...
Dan yang Paling Membuatku hancur Adalah Anak....
Aku menikah 19 tahun usiaku saat itu, 20 tahun Aku Punya Anak. Lengkap sudah Kebahagiaan ku saat itu, namun... 54 Hari Kemudian Anak ku sakit dan harus di operasi, selesai operasi Bedah Syaraf Ank ku pun Pergi Untuk Selamanya..
Sakit, Down, Jatuh, Putus asa, Hancur, Menangis, Menjerit, Meronta Itu Sudah PASTI Sebagai Seorang Ibu Yang kehilangan Anak Pertamanya..
Rasa Buruk sangka Terhadap Tuhan pun Selalu Muncul Di Hatik, Sampai pada Satu Peristiwa Di Mana Aku Melihat Kondisi Anak Yang Ketrbelakangan Mental Dan Komentar Ibuku Membuat ku Tercenagng Dan Menyadari Akan Semua Nikmat nya...
Kalau Saja Anak ku Panjang Umur Apa Dya Bisa Hidup Normal Layknya anak-anak..??
Sementara masa Kecilnya Sudah Mngalami Bedah Kepala..??
Ya Allah Ampuni Semua Dosa Ku Terhadapmu..
Dan Aku Yakin Semuanya Adalah Yang terbaik Untuk ku...
Percayalah Tiada Satupu Yang Tuah Berikan Untuk Kita Itu Buruk..
Semua Pasti ada Hikmah Dan manfaatnya... :)
Ungkapan Untuk Mama
Aku Sangat Menyayangimu Ibu, Walaupun Ku sadar Untuk Saat Ini aku Belum Bisa Membhagiakanmu..
Tapi Untuk Ku Kaulah segalanya...
Cinta Ku Hanya Untuk mu Ibu..
Do'aku Selalu Ku panjatkan Pada Tuhan Dan Hanya Untuk Mu ibu..
Tanpamu Aku hanyalah Seoggok Tanah Yang Tak Berguna, Dan Dengan Kasih Sayang Mu Aku da Di Dunia Ini, Bernafas, Menangis, Tertawa, Semua hal Yang Ku Alami Di Dunia Ini, Tak Pernah Lepas dari Campur Tangan Mu...
Ya Allah Izin kan Aku Untuk Bisa Lebih Menjadi Anak Yang Berguna Untuk Ibuku...
Panjangkan Selalu Umur ibuku...
Beri selalu Ia Kesehatn Jasmani dan Rohani...
Angkat Selalu Harkat Martabatnya Ya Allah...
Sayangi Ia Seperti Ia Selalu Menyayangi Kami...
Aamiin...
Love You Always Together For My Mom...
Tapi Untuk Ku Kaulah segalanya...
Cinta Ku Hanya Untuk mu Ibu..
Do'aku Selalu Ku panjatkan Pada Tuhan Dan Hanya Untuk Mu ibu..
Tanpamu Aku hanyalah Seoggok Tanah Yang Tak Berguna, Dan Dengan Kasih Sayang Mu Aku da Di Dunia Ini, Bernafas, Menangis, Tertawa, Semua hal Yang Ku Alami Di Dunia Ini, Tak Pernah Lepas dari Campur Tangan Mu...
Ya Allah Izin kan Aku Untuk Bisa Lebih Menjadi Anak Yang Berguna Untuk Ibuku...
Panjangkan Selalu Umur ibuku...
Beri selalu Ia Kesehatn Jasmani dan Rohani...
Angkat Selalu Harkat Martabatnya Ya Allah...
Sayangi Ia Seperti Ia Selalu Menyayangi Kami...
Aamiin...
Love You Always Together For My Mom...
Langganan:
Postingan (Atom)